Minggu, 28 September 2014
Rabu, 03 September 2014
1000 Gagasan Untuk Memanfaatkan Waktu
Pertama kali anda harus mempunyai alasan yang kuat dan wajar mengapa anda mesti menghemat waktu anda dan memanfaatkannya. ambilah selembar kertas. tulislah sebuah daftar hal hal yang ingin anda kerjakan dan selesaikan apabila anda punya waktu untuk itu di bawah tiap kemungkinan acara itu tempatkanlah seribu macam gagasan kreatif yang bisa anda gunakan untuk memanfaatkan waktu kita itu.
Biarlah daya khayal anda bekerja dan mencatat setiap gagasan yang muncul dalam benak anda. Renungkanlah dan pikirkanlah dengan penuh pertimbangan segala-galanya tentang bagaimana cara melaksanakannya. Buatlah daftar sejumlah kemungkinan pelaksnaanya tentang bagaimana caranya anda bisa menghemat waktu. mungkin saja anda bisa memecahkan masalah itu pada hari minggu yang senggang. pikirkanlah bagaimana anda bisa memanfaatkan waktu makan anda,baik bersama keluarga maupun rekan karyawan. Buatlah surat menyurat anda lebih baik menarik dengan cara menggunakan waktu sebaik-baiknya. memanfaatkan waktu berarti menambah penghasilan bagi anda.
Selasa, 02 September 2014
Segalanya Tentang Alexis Sanchez
Assalamualaikum Wr.Wb
Antara Jadi Pesepakbola Sukses atau Kuli Bangunan
LAYAKNYA pesepakbola yang datang dari kawasan Amerika Latin, Alexis
Sánchez pun datang dari keluarga miskin yang punya mimpi sukses dengan
sepakbola. Andai skill Alexis tak mengundang kagum pemantau bakat, mungkin dia
hanya akan jadi kuli bangunan di Kota kecil Tocopilla.Kini Alexis sudah
terbilang sukses besar. Ariete internasional Cile ini tak hanya bisa membangun
kehidupannya sendiri, tapi juga keluarganya.
bomber Barcelona ini pun teringat
dengan masa lalunya saat berkehidupan susah dan membandingkannya dengan
pesepakbola Inggris.Baginya, Inggris punya pemain berkualitas, namun sudah
dimanjakan sejak merintis karier di akademi sepakbola. Segalanya bak sudah
tersedia, baik untuk pendidikan mental si calon bintang maupun beragam
kebutuhan fisik dan nutrisi dari akademi. Semua itu tak terlepas dari campur
tangan para orang tua mereka yang bergelimang harta atau bahkan “layanan gratis”
dari akademi itu sendiri bagi yang kurang mampu.Alexis pribadi, diharuskan
lebih dulu jadi tukang cuci mobil hanya untuk membeli sepasang sepatu
sepakbola. Orang tuanya pun hidup susah, tak ada orang tua asuh yang bisa
“mengantarkannya” ke jalur pintas atau bahkan tak ada akademi yang
memberikannya fasilitas yang memudahkan.“Saya dulu harus bekerja jadi pencuci
mobil hanya menghasilkan sedikit uang, tapi saya kumpulkan demi membeli sepatu
sepakbola.
Ketika Anda berada di akademi
seperti Manchester United dan Arsenal, maka segalanya diberikan begitu saja
kepada Anda,” tutur Alexis.“Dengan negara seperti Inggris, Anda tak harus jadi
pesepakbola profesional, masih banyak kesempatan di tempat lain dan Anda akan
punya kehidupan yang baik,” lanjutnya, sebagaimana disadur Express.co.uk, Rabu
(13/11/2013).Menanjak puncak kariernya bersama Udinese, Alexis lebih dulu
meniti karier di usia belia bersama Club Deportes Cobreola di Utara Cile,
setelah sempat hanya menimang-nimang bola di jalanan beraspal Tocopilla, kampung
halamannya.“Keluarga saya sangat miskin dan sepakbola buat saya, adalah tentang
bertahan hidup. Saya bilang pada Ibu saya sejak kecil, ‘Jangan cemas, saya akan
jadi pesepakbola dan mengeluarkan kita dari situasi (miskin) ini’. Jika saya
gagal, saya akan bekerja 15 jam per-hari jadi buruh konstruksi dan tetap tak
bisa hidup layak,” tambah Alexis.Kerja keras dan ketekunannya melahap ilmu di
akademi kecil Cobreola, Alexis bak mulai melihat setitik sinar terang di ujung
lorong kehidupan miskinnya. Tak sampai setahun, Alexis masuk skuad utama
Cobreola dengan mengemas 47 penampilan serta selusin gol.Penampilannya selama
semusim itu, menyedot perhatian pemandu bakat yang datang jauh-jauh dari
seberang benua, Italia. Singkat cerita, Udinese pun mendatangkannya walau tak
langsung diberi jersey hitam-putih, melainkan lebih dulu dipinjamkan ke
Colo-Colo dan River Plate.Tak patah arang, pemain berusia 24 tahun ini
mengantarkan bukti hingga Il Zebrette menaruh kepercayaan padanya. Total, 21
gol dalam 95 pertandingan sukses dibukukan semasa membela Udinese.
Si pencuci mobil dari Tocopilla belakangan punya banderol 26 juta
euro plus bonus 11 juta ketika Barcelona meminangnya 2011 silam.“Sepakbola
menyelamatkan (kehidupan keluarga) saya dan saya pikir, tak ada pemain Inggris
yang bisa bilang hal demikian. Tak ada aturan dalam sepakbola jalanan, tak ada
pelatih untuk melindungi Anda,” imbuhnya lagi.“Karena saya berkembang pesat,
saya biasa bermain dengan anak-anak yang lebih besar dan mereka sering
menendangi saya di sepanjang jalan. Tapi saya belajar jadi pribadi yang tangguh
dan Anda hanya bisa belajar seperti itu jika Anda tumbuh di lingkungan yang
sama seperti saya,” tuntas Alexis.
Langganan:
Komentar (Atom)


.jpg)